Archive for March, 2007

A Short Fragment For You

Saturday, March 24th, 2007

Setelah hampir 4 bulan gak bisa online dan terasing dari komunitas temen-temen di milis, akhirnya sekarang bisa muncul lagi… itu pun karena dorongan hati yang cukup besar untuk nulis lagi.

Percaya gak, kalo tokoh cowok manis yang tampak perfect dalam novel (mostly novel remaja or known as teenlit) might come true in ur life?? cowok yang manis, baik hati, perhatian, sayang , rela ngelakuin apa aja buat lo, ngehormatin lo, etc… etc… yang biasanya cuma lo mimpiin doang sambil berharap ‘coba cowok gw bisa sedikit kaya gitu ya??’
This is happened to me… (get real???) probably, gak se-ekstrim keadaan yang di atas, tapi i feel that he’s the one that i usually found in a novel that i read. at least, dari semua perhatian yang dia kasih… gw merasa seperti cewek di novel yang bahagia karena cowoknya begitu ‘unreal’….

Actually, i just wanna share some sentences that i wrote quite long ago (it’s a part of a short novel that i’ve been writing)… And this short fragment is for you…

                                                                        * * *


Maya meremas kertas tissue dengan
print nama sebuah kafe di atasnya, dilemparnya ke dalam tong sampah di pojok
kamarnya dan terhenyak lemas di atas tempat tidur. Dipandangnya tembok kosong
di hadapannya dengan pikiran yang mengembara.

Ada apa? Kenapa? Ku pikir setelah semua masalah dengan Andre
beres, setelah aku berhasil meninggalkan dia, masalahnya bakal kembali lagi
tentang berapa lama aku sanggup menunggu seorang Adi. Tapi, kenapa aku harus
lagi-lagi dihadapkan pada masalah yang sama? Aku tidak mau selingkuh… aku
tidak mau selingkuh.

             

“ Kamu udah baikan, May?” Suara Bima
saat itu membuyarkan lamunan Maya.

“ Hmm.” Jawab Maya sambil tersenyum
memaksa, kepalanya kembali terasa pusing. Dipandangnya kotak kue dihadapannya, kenapa Bima harus repot-repot beli ini
untukku? Kenapa Bima harus curi waktu istirahat siangnya untuk sekedar anter
kue ini?

“ Gak pa-pa kan, May?” Tanya Bima
lagi seraya menyentuh dahi Maya, “ kamu masih panas tuh!”

“ Sedikit.”

“ Kamu istirahat lagi aja ya!”
Ujarnya seraya berdiri, “ aku mau balik ke kantor, istirahat siangnya tinggal
15 menit lagi nih! Cepet sembuh ya!”

Sesaat Maya tercenung, kemudian
tersadar saat Bima menyalakan mesin motornya. Setengah berlari ia menuju pintu
pagar, “ Bima..” Serunya, “ makasih ya!”

Bima melambai dan melaju cepat,
meninggalkan suara deru motor di belakangnya. 

Bima, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku bilang
ke kamu? Kamu tau kan aku punya Adi? Tapi, kenapa kamu masih kaya gitu? Kenapa
kamu baik sekali sama aku?

                                                         *

“ May, nonton yuk!”

“ Emang ada film apa?” Tanya Maya.

“ Kita liat aja dulu, kalo ada yang
bagus nonton..”

“ Kalo gak ada?” Potong Maya.

“ Kalo gak ada…” Jawab Bima, “ ya,
jalan-jalan aja.”

“ Mmm…”

“ Jangan lupa bawa jaket ya!” Ujar
Bima lagi tanpa menunggu jawaban Maya, “ kayanya bakal ujan, ntar Maya
kedinginan.”

“ Mmm… “ Gumam Maya lagi, “ OK,
deh!”

“ Kalo gitu biar aku jemput jam 4
ya!”

Dan sore itu hujan mengguyur Bandung
dengan lebat. Maya dan Bima terpaku di teras depan rumah kos Maya.

“ Yah, gak jadi nonton deh!” Ujar
Bima, “ Maaf ya , May!”

“ Kenapa harus minta maaf sih, Bim?”

Bima tersenyum. Maya merasakan
keteduhan yang dalam dalam matanya.

“ Aku bikinin teh anget ya!” Ujar
Maya seraya beranjak ke dapur.

“ Gak ngerepotin kan?”

Maya menggeleng, “ Sekalian masuk ke
dalem aja, Bim! Biar gak kena angin, lagian Titi sama Ranti lagi gak ada di
rumah kok.”

Sesaat kemudian Maya kembali dengan
dua cangkir teh hangat dan sepiring sponge
cake
. Dilihatnya Bima sedang sibuk melihat-lihat tumpukan DVD di sebelah
televisi. Dia menoleh saat mendengar suara Maya meletakan cangkir di atas meja.

“ Kayanya nonton DVD bagus juga ya?”

“ Banyak yang belom ditonton tuh
filmnya.” Timpal Maya.

“ Mo nonton film drama ato action? Tanya Bima.

“ Mmm…”

“ Kayanya ujan-ujan gini, drama oke
juga ya?” Tanya Bima meminta pendapat Maya sambil mengacungkan kotak DVD
berjudul shopgirl.

Maya mengedikkan bahu dan
menghempaskan diri di satu-satunya sofa di ruangan itu, sofa berwarna cokelat
dengan pola bunga-bunga kecil yang manis di atasnya. Saat itu, Bima menyalakan
tv dan DVD player lalu ikut
menghempaskan dirinya di samping Maya.

“ Maya dingin?” Tanya Bima yang
sambil lalu menyentuh tangan Maya.

“ Gak kok.” Jawab Maya sedikit
berbohong, tanpa disadarinya angin yang menyusup dari taman belakang membuatnya
merapat pada Bima hingga dapat dirasakannya aroma tubuh laki-laki itu.

“ Aku ambilin jaket ya!”

“ Gak usah, Bim!” Cegah Maya, ia
meraih selimut yang terlipat di lengan sofa, “ ini ada selimut.”

“ Ya udah, Maya pake deh!.” Ujar Bima
sambil menyampirkan selimut disekeliling Maya.

“ Bima juga dong!”

“ Gak usah, “ tolak Bima, “ gak
dingin kok.”

“ Bohong!” Ujar Maya setengah
bercanda dan menawarkan sebagian selimutnya, “ we can share.”

Bima tersenyum lembut,
diselimutkannya bagian selimut yang tersisa ke sekeliling tubuhnya dan
direngkuhnya Maya ke dalam pelukannya.

I
always wanna do this with you.
” Bisiknya di telinga Maya.

Maya membeku, jantungnya berdetak
cepat. Kenapa aku ngerasa kaya gini?
Waktu sama-sama Andre aku gak pernah ngerasa kaya gini. Apa aku suka? Suka
Bima?
Dan saat itu Maya dapat merasakan wajahnya merona.

“ Maya gak marah kan?” Pertanyaan
Bima membuatnya tersadar dari kebekuan. Bahkan ia tak sanggup menjawab.

“ Maya…” Panggil Bima lagi, dapat
dirasakannya tangan Bima yang hangat menyapu lembut pipinya. Saat itu, Maya
mendongak dan melihat dagu Bima yang bergaris tegas lalu bibirnya yang tampak
lembut dan hangat.

Aku ingin rasa hangat itu. Seru Maya dalam hatinya, dan tanpa
disadarinya dia telah semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Bima.

Dan sedetik kemudian mereka telah
hanyut dalam ciuman yang hangat.

Bima… Bima… betapa aku ingin merasakan bibir kamu yang
hangat ini. Bima aku jadi puitis. Bima aku gak mau berhenti. Bima, jangan
berhenti!
Bima, aku jadi bernafsu. Please, don’t
stop!

Saat itu, Bima menjauhkan bibirnya
hingga Maya tak dapat menciumnya lagi. Sesaat Maya terkesiap dan memandang
matanya yang teduh dalam tanda tanya.

We’d
better keep the best for last.
” Ujarnya sambil tersenyum ramah, disentuhnya
bibir Maya dengan jemarinya.

Bima… Bima kenapa begitu baik? Apabila yang ada di depanku
Andre, pasti dia tidak akan berhenti. Tapi, kamu… kamu menjagaku, kamu
menjaga kehormatanku.

Let
me just hold you like this.
” Ujar Bima lagi, direngkuhnya Maya erat ke
dalam pelukannya, “ I just wanna hold you
like this.

                                                           *

Suara sms membuyarkan lamunan Maya,
dilihatnya sekilas layar yang menyala putih di sampingnya, terpampang foto dan
nomor Bima. Dibacanya pesan singkat itu perlahan.

 
                14 Dec 06 1:48 pm

From : Bima

Maya, maaf ya kalo hari ini ku ganggu istirahat Maya.

Semoga Maya suka kue yang ku anter

Cepat sembuh ya, Maya! Jangan lupa minum obatnya.

Met istirahat ^_^

 
               Saat itu pandangan Maya terpaku menatap kotak yang
terbuka di atas meja riasnya, sepotong sachertorte,
ganache,
dan chocolate cheese cake
yang belum disentuhnya sama sekali. Bima,
makasih banyak ya!

  Dan saat itu, air mata Maya jatuh
membasahi pipinya.

 

Adi, maafin aku!

Aku selingkuh, Adi… Dan kali
ini terasa indah.

                                                                            * * *

Ps.  i never thought that you would go this soon.. without even a word to say, except        sentences in your blog that i read with tears in my heart.